Prinsip mekanika (Diskel)
Analisa kasus
Nn. Anna adalah seorang perawat di ruang rawat bedah ortopedi dan bertanggung jawab untuk merawat enam klien. Klien Nn. Anna yaitu Tn.B (20 tahun) telah dirawat di ruang tersebut selama tujuh hari dengan diagnosa medis fraktur femur. Klien takut untuk menggerakan anggota tubuhnya karena nyeri. Punggung, bokong, dan tumitnya tampak merah karena lama tertekan. Dokter bedahnya juga telah menginstruksikannya untuk latihan berjalan. Perawat Anna mencoba membantu klien tersebut berjalan, namun karena beban klien terlalu berat, perawat Anna mengalami kesulitan untuk melakukannya. Sebagai perawat, apa yang harus perawat Anna perhatikan dan lakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan mekanika tubuh dan prisip-prinsipnya?
2. Jelaskan apa yang dimaksud Body Allignment?
3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Body Allignment?
4. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan ketika membantu klien untuk berjalan? (keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak tubuh)
mekanika tubuh dan prisip-prinsipnya
Pengertian
Body Mechanic (mekanika tubuh) adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran.
2. prinsip-prinsip mekanika tubuh
Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat kesehatan dan mencegah kecacatan serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu, mekanika tubuh juga bertujuan untuk, menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan kenyamanan dan kerjasama. Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, seperti berjalan selama ronde keperawatan, memberikan obat, mengangkat dan memindahkan klien dan menggerakkan objek.
Body allignment
Body allignment adalah istilah yang sama dan mengacu pada posisi sendi, tendo, ligamen dan otot selama berdiri, duduk dan berbaring. Kesejajaran tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada stuktur Muskulokeletal, mempertahankan tonus otot secara edukat, dan menunjang keseimbangan
Faktor yang mempengaruhi body allignment
Status kesehatan.
Nutrisi.
Emosi
Faktor sosial
Gaya hidup (life style).
Perilaku dan nilai-nilai.
hal-hal yang harus diperhatikan ketika membantu klien untuk berjalan (keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak tubuh)
Berat, gaya pada tubuh yang digunakan terhadap gravitasi.
Friksi, gaya yang muncul dengan arah gerak yang berlawanan dengan gerak benda.
Ambulasi
mobilisasi dan askep (tutor 1)
Analisa kasus
mobolisasi
Mobilisasi adalah suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas (kosier, 1989).
Kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, agar memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi
Faktor internal
Penurunan fungsi muskuloskeletal
perubahan hubungan sosial
Nyeri
Defisit perseptual
Berkurangnya kemampuan kognitif
Faktor ekternal
Program terapeutik
Karakteristik penghuni institusi
Karakteristik staff
Jenis-jenis mobilisasi
Mobilisasi penuh
Adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas.
Mobilisasi sebagian
Adalah kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang jelas sehingga tidak mampu mampu bergerak secara bebas. Mobilisasi sebagian ada dua yaitu mobilitas sebagian temporer dan mobilitas sebagian permanen.
Minggu, 17 April 2011
diskel
Nn. Anna adalah seorang perawat di ruang rawat bedah ortopedi dan bertanggung jawab untuk merawat enam klien. Klien Nn. Anna yaitu Tn.B (20 tahun) telah dirawat di ruang tersebut selama tujuh hari dengan diagnosa medis fraktur femur. Klien takut untuk menggerakan anggota tubuhnya karena nyeri. Punggung, bokong, dan tumitnya tampak merah karena lama tertekan. Dokter bedahnya juga telah menginstruksikannya untuk latihan berjalan. Perawat Anna mencoba membantu klien tersebut berjalan, namun karena beban klien terlalu berat, perawat Anna mengalami kesulitan untuk melakukannya. Sebagai perawat, apa yang harus perawat Anna perhatikan dan lakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan mekanika tubuh dan prisip-prinsipnya?
2. Jelaskan apa yang dimaksud Body Allignment?
3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Body Allignment?
4. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan ketika membantu klien untuk berjalan? (keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak tubuh)
Jawaban :
1. Body Mechanic (mekanika tubuh) adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak dan melakukan aktivitas. Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi risiko cedera sistem muskuloskeletal. Mekanika tepat juga memfasilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan. sehingga individu dapat bergerak mengangkat, membungkuk, berdiri,duduk, berbaring, dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan sempurna.
• Prinsip mekanika tubuh
Mekanika tubuh penting bagi perawat dan klien. Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat kesehatan dan mencegah kecacatan serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu, mekanika tubuh juga bertujuan untuk, menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan kenyamanan dan kerjasama. Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, seperti berjalan selama ronde keperawatan, memberikan obat, mengangkat dan memindahkan klien dan menggerakkan objek. Gaya fisik dari berat dan friksi dapat mempengaruhi pergerakan tubuh. Jika digunakan dengan benar, kekuatan ini dapat meningkatkan efisiensi perawat. Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu kemampuan perawat untuk mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi klien (Owen dan Garg, 1991) Perawat juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh fisiologis dan patologis pada mobilisasi dan kesejajaran tubuh.
2. Kesejajaran tubuh merupakan istilah yang sama dan mengacu pada posisi sendi, tendo, ligamen dan otot selama berdiri, duduk dan berbaring. Kesejajaran tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada stuktur Muskulokeletal, mempertahankan tonus otot secara edukat, dan menunjang keseimbangan. Dalam mempertahankjan kesejajaran tubuh yang tepat, perawat mengangkat klien dengan benar, menggunakan teknik posisi tepat, dan memindahkan klien dengan aman dari tempat tidur ke kursi atau dari tempst tidur ke brankar prosedurprosedur tersebut digambarkan dalam bagian ini sebagai prinsip mekanika tubuh yang diperlukan untuk menjaga atau memperbaiki kesejajaran tubuh.
3. Faktor yang mempengaruhi Body Alignmnet:
1) Status kesehatan. Perubahan status kesehatan dapat menimbulkan keadaan yang tidak optimal terdapat organ atau bagian tubuh yang mengalami kelelahan atau kelemahan sehingga dapat memengaruhi pembentukan postur tubuh.
2) Nutrisi. Nutrisi merupakan bahan untuk menghasilkan yang digunakan dalam membantu proses pengaturan keseimbangan organ, otot, tendon, ligamen dan persendian. Apabila status nutrisi kurang, kebutuhan energi pada organ tersebutakan kurang, sehingga dapat proses keseimbangan.
3) Emosi. Emosi dapat menyebabkan kerangnya kendali dalam menjaga keseimbangan tubuh. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses koordinasi pada otot, ligamen, sendi dan tulang.
4) Faktor social
5) Gaya hidup (life style). Perilaku gaya hidup dapat membuat seseorang jadi lebih baik atau sebaliknyamenjadi buruk. Seseorang yang mempunyai gaya hidup yang tidak sehat misalnya selalu menggunakan alat bantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dapat mengalami ketergantungan sehingga postur tubuh tidak berkembang dengan baik.
6) Perilaku dan nilai-nilai. Adanya perubahan prilaku dan nilai seseorang dapat memengaruhi pembentukan poster tubuh. Sebagai contoh, perilaku dalam membuang sampah di sembarang tempat dapat mempengaruhi proses pembentukan postur tubuh orang lain yang berupaya untuk selalu bersih dari sampah.
4. Membantu klien untuk berjalan
Koordinasi gerak tubuh
1) Berat, gaya pada tubuh yang digunakan terhadap gravitasi. Ketika suatu objek diangkat, pengangkatan harus menguasai suatu objek dan mengetahui pusat gravitasinya. Karena manusia tidak mempunyai bentuk geometris yang sempurna, maka pusat grafitasinya biasa berada pada 55% sampai 57% tinggi badannya ketika berdiri dan berada ditengah. Klien yang tidak stabil jauh karena pusat grafitasinya tidak seimbang, gaya grafitasi berat mereka mereka yang akhirnya menyebabkan mereka jatuh.
2) Friksi, gaya yang muncul dengan arah gerak yang berlawanan dengan gerak benda. Jika perawat bergerak, berpindah, atau menggerakkan klien diatas tempat tidur maka akan terjadi friksi. jIka klien tidak mampu pindah sendiri ditempat tidur maka lengan klien diletakkan menyilang di dada. Hal ini meminimalkan permukaan tubuh dan mengurangi friksi Friksi jugdapat dikurangi dengan mengngkat bukan mendorong klien. Mengngkat merupakan komponen gerakkan ke atas dan mengurangi tekanan antara klien dan tempat tidur atu kursi. Serta pemakain seprai yang dapat ditarik mampu mengurangi friksi karena klien lebih mudah bergerak diatas permukaan tempat tidur.
3) Ambulasi
- Tindakan yang dilakukan dalam gerak pasien
- Melatih pasien untuk berjalan
- Melatih klien untuk turun dari tempat tidur.
- Membantu klien turun dari tempat tidur.
2.2 TINJAUAN TEORITIS
1. Fraktur femur
2. Ortopedi
3. Body alligment
4. Koordinasi gerak tubuh
5. Keseimbangan tubuh
6. Mekanika tubuh
Definisi berdasarkan pendapat para anggota kelompok :
1. Fraktur femur adalah patah tulang paha
2. Ortopedi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang
3. Body alligement adalah bagian-bagian tubuh
4. Koordinasi gerak tubuh adalah gabungan keseluruhan gerak tubuh
5. Keseimbangan tubuh adalah
-kesesuaian
-kesejajaran tubuh dalam menunjang keseimbangan
6. Suatu usaha menghubungkan / mengordinasikan sistem muskulus ketal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postun dan kesejajaran tubuh selama mengangkat dan membungkuk, b ergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Jawaban dari buku
1. Fraktur fremur
Fraktur fremur adalah Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.
2. Ortopedi
Ortopedi adalah ilmu tentang penyembuhan tulang, persendia, yang tidak lurus atau salah satu bentuk yang tidak lurus seperti tulang punggung, kaki dan tanggan khusus pada anak-anak.
3. Body alligement
Body alligement merupakan susunan geometrik bagian-bagian tubuh yang menghubungkan bagian-bagian tubuh lainny. Body alligement yang baik dapat meningkatkan keseimbangan yang optimal dan fungsi tubuh yang maksimal baik dalam posisi yang berdiri, duduk, maupun tidur.
4. Koordinasi gerak tubuh
Koordinasi gerak tubuh adalah gabungan keseluruhan tubuh. Berat adalah gaya tubuh yang digunakan terhadap gravitasi. Ketika suatu obyek diangkat, pengangkat harus menguasai berat obyek dan mengetahui pusat gravitasinya. Karena manusia tidak mempunyai bentuk geometris yang sempurna, maka pusat gravitasinya biasanya berada pada 55% sampai 57% tinggi badannya ketika berdiri dan berada ditengah. Friksi adalah gaya yang muncul dengan arah gerakan yang berlawanan dengan arah gerakan benda. Misalnya menggerakkan klien diatas tempat tidur maka akan terjadi friksi. Perawat dapat mengurangi friksi dengan mengikuti beberapa prinsip dasar. Semakin besar area permukaan suatu obyek yang bergerak, semakin besar friksi.
5. Keseimbangan tubuh
Keseimbangan tubuh adalah Kesejajaran tubuh menunjang keseimbangan tubuh. Tanpa keseimbangan ini, gravitasi akan berubah, meningkatkan gaya gravitasi, sehingga menyebabkan risiko jatuh dan cedera. Keseimbangan tubuh diperoleh jika dasar penopang luas, pusat gravitasi berada pada dasar penopang, dan garis vertikal dapat ditarik dari pusat gravitasi ke dasar penopang. Keseimbangan tubuh dapat juga ditingkatkan dengan postur dan merendahkan pusat gravitasi, yang dicapai dengan posisi jongkok. Semakin sejajar postur tubuh, semakin besar keseimbangannya (Perry dan Potter, 1994). Keseimbangan dibutuhkan untuk mempertahankan posisi, memperoleh kestabilan selama bergerak dari satu posisi ke posisi lain, melakukan aktivitas sehari-hari, dan bergerak bebas di komunitas. Kemampuan untuk mencapai keseimbangan dipengaruhi oleh penyakit, gaya berjalan yang tidak stabil pada toddler, kehamilan, medikasi dan proses menua. Gangguan pada kemampuan ini merupakan ancaman untuk keselamatan fisik dan dapat menyebabkan ketakutan terhadap keselamatan seseorang dengan membatasi diri dalam beraktivitas (Bergetal, 1992)
6. Mekanika tubuh
Mekanika tubuh adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak dan melakukan aktivitas. Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi risiko cedera sistem muskuloskeletal. Mekanika tepat juga memfasilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan.meknika tubuh penting bagi perawat dan klien. Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mereka.
Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung kesehatan dan mencegah kecacatan. Perawat mengunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, seperti berjalan selama ronde keperawatan, memberikan obat, mengangkat dan memindahkan klien, dan menggerakan objek. Gaya fisik dari berat dan friksi dapat mempengaruhi pergerakan tubuh. Jika digunakan dengan benar, kekuatan ini dapat meningkatkan efisiensi perawat. Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu kemampuan perawat untuk mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi klien (owen Garg, 1991). Perawat juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh fisiologis dan patologis pada mobolisasi dan kesejajar tubuh.
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan mekanika tubuh dan prisip-prinsipnya?
2. Jelaskan apa yang dimaksud Body Allignment?
3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Body Allignment?
4. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan ketika membantu klien untuk berjalan? (keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak tubuh)
Jawaban :
1. Body Mechanic (mekanika tubuh) adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak dan melakukan aktivitas. Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi risiko cedera sistem muskuloskeletal. Mekanika tepat juga memfasilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan. sehingga individu dapat bergerak mengangkat, membungkuk, berdiri,duduk, berbaring, dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan sempurna.
• Prinsip mekanika tubuh
Mekanika tubuh penting bagi perawat dan klien. Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat kesehatan dan mencegah kecacatan serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu, mekanika tubuh juga bertujuan untuk, menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan kenyamanan dan kerjasama. Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, seperti berjalan selama ronde keperawatan, memberikan obat, mengangkat dan memindahkan klien dan menggerakkan objek. Gaya fisik dari berat dan friksi dapat mempengaruhi pergerakan tubuh. Jika digunakan dengan benar, kekuatan ini dapat meningkatkan efisiensi perawat. Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu kemampuan perawat untuk mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi klien (Owen dan Garg, 1991) Perawat juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh fisiologis dan patologis pada mobilisasi dan kesejajaran tubuh.
2. Kesejajaran tubuh merupakan istilah yang sama dan mengacu pada posisi sendi, tendo, ligamen dan otot selama berdiri, duduk dan berbaring. Kesejajaran tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada stuktur Muskulokeletal, mempertahankan tonus otot secara edukat, dan menunjang keseimbangan. Dalam mempertahankjan kesejajaran tubuh yang tepat, perawat mengangkat klien dengan benar, menggunakan teknik posisi tepat, dan memindahkan klien dengan aman dari tempat tidur ke kursi atau dari tempst tidur ke brankar prosedurprosedur tersebut digambarkan dalam bagian ini sebagai prinsip mekanika tubuh yang diperlukan untuk menjaga atau memperbaiki kesejajaran tubuh.
3. Faktor yang mempengaruhi Body Alignmnet:
1) Status kesehatan. Perubahan status kesehatan dapat menimbulkan keadaan yang tidak optimal terdapat organ atau bagian tubuh yang mengalami kelelahan atau kelemahan sehingga dapat memengaruhi pembentukan postur tubuh.
2) Nutrisi. Nutrisi merupakan bahan untuk menghasilkan yang digunakan dalam membantu proses pengaturan keseimbangan organ, otot, tendon, ligamen dan persendian. Apabila status nutrisi kurang, kebutuhan energi pada organ tersebutakan kurang, sehingga dapat proses keseimbangan.
3) Emosi. Emosi dapat menyebabkan kerangnya kendali dalam menjaga keseimbangan tubuh. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses koordinasi pada otot, ligamen, sendi dan tulang.
4) Faktor social
5) Gaya hidup (life style). Perilaku gaya hidup dapat membuat seseorang jadi lebih baik atau sebaliknyamenjadi buruk. Seseorang yang mempunyai gaya hidup yang tidak sehat misalnya selalu menggunakan alat bantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dapat mengalami ketergantungan sehingga postur tubuh tidak berkembang dengan baik.
6) Perilaku dan nilai-nilai. Adanya perubahan prilaku dan nilai seseorang dapat memengaruhi pembentukan poster tubuh. Sebagai contoh, perilaku dalam membuang sampah di sembarang tempat dapat mempengaruhi proses pembentukan postur tubuh orang lain yang berupaya untuk selalu bersih dari sampah.
4. Membantu klien untuk berjalan
Koordinasi gerak tubuh
1) Berat, gaya pada tubuh yang digunakan terhadap gravitasi. Ketika suatu objek diangkat, pengangkatan harus menguasai suatu objek dan mengetahui pusat gravitasinya. Karena manusia tidak mempunyai bentuk geometris yang sempurna, maka pusat grafitasinya biasa berada pada 55% sampai 57% tinggi badannya ketika berdiri dan berada ditengah. Klien yang tidak stabil jauh karena pusat grafitasinya tidak seimbang, gaya grafitasi berat mereka mereka yang akhirnya menyebabkan mereka jatuh.
2) Friksi, gaya yang muncul dengan arah gerak yang berlawanan dengan gerak benda. Jika perawat bergerak, berpindah, atau menggerakkan klien diatas tempat tidur maka akan terjadi friksi. jIka klien tidak mampu pindah sendiri ditempat tidur maka lengan klien diletakkan menyilang di dada. Hal ini meminimalkan permukaan tubuh dan mengurangi friksi Friksi jugdapat dikurangi dengan mengngkat bukan mendorong klien. Mengngkat merupakan komponen gerakkan ke atas dan mengurangi tekanan antara klien dan tempat tidur atu kursi. Serta pemakain seprai yang dapat ditarik mampu mengurangi friksi karena klien lebih mudah bergerak diatas permukaan tempat tidur.
3) Ambulasi
- Tindakan yang dilakukan dalam gerak pasien
- Melatih pasien untuk berjalan
- Melatih klien untuk turun dari tempat tidur.
- Membantu klien turun dari tempat tidur.
2.2 TINJAUAN TEORITIS
1. Fraktur femur
2. Ortopedi
3. Body alligment
4. Koordinasi gerak tubuh
5. Keseimbangan tubuh
6. Mekanika tubuh
Definisi berdasarkan pendapat para anggota kelompok :
1. Fraktur femur adalah patah tulang paha
2. Ortopedi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang
3. Body alligement adalah bagian-bagian tubuh
4. Koordinasi gerak tubuh adalah gabungan keseluruhan gerak tubuh
5. Keseimbangan tubuh adalah
-kesesuaian
-kesejajaran tubuh dalam menunjang keseimbangan
6. Suatu usaha menghubungkan / mengordinasikan sistem muskulus ketal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postun dan kesejajaran tubuh selama mengangkat dan membungkuk, b ergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Jawaban dari buku
1. Fraktur fremur
Fraktur fremur adalah Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang / osteoporosis.
2. Ortopedi
Ortopedi adalah ilmu tentang penyembuhan tulang, persendia, yang tidak lurus atau salah satu bentuk yang tidak lurus seperti tulang punggung, kaki dan tanggan khusus pada anak-anak.
3. Body alligement
Body alligement merupakan susunan geometrik bagian-bagian tubuh yang menghubungkan bagian-bagian tubuh lainny. Body alligement yang baik dapat meningkatkan keseimbangan yang optimal dan fungsi tubuh yang maksimal baik dalam posisi yang berdiri, duduk, maupun tidur.
4. Koordinasi gerak tubuh
Koordinasi gerak tubuh adalah gabungan keseluruhan tubuh. Berat adalah gaya tubuh yang digunakan terhadap gravitasi. Ketika suatu obyek diangkat, pengangkat harus menguasai berat obyek dan mengetahui pusat gravitasinya. Karena manusia tidak mempunyai bentuk geometris yang sempurna, maka pusat gravitasinya biasanya berada pada 55% sampai 57% tinggi badannya ketika berdiri dan berada ditengah. Friksi adalah gaya yang muncul dengan arah gerakan yang berlawanan dengan arah gerakan benda. Misalnya menggerakkan klien diatas tempat tidur maka akan terjadi friksi. Perawat dapat mengurangi friksi dengan mengikuti beberapa prinsip dasar. Semakin besar area permukaan suatu obyek yang bergerak, semakin besar friksi.
5. Keseimbangan tubuh
Keseimbangan tubuh adalah Kesejajaran tubuh menunjang keseimbangan tubuh. Tanpa keseimbangan ini, gravitasi akan berubah, meningkatkan gaya gravitasi, sehingga menyebabkan risiko jatuh dan cedera. Keseimbangan tubuh diperoleh jika dasar penopang luas, pusat gravitasi berada pada dasar penopang, dan garis vertikal dapat ditarik dari pusat gravitasi ke dasar penopang. Keseimbangan tubuh dapat juga ditingkatkan dengan postur dan merendahkan pusat gravitasi, yang dicapai dengan posisi jongkok. Semakin sejajar postur tubuh, semakin besar keseimbangannya (Perry dan Potter, 1994). Keseimbangan dibutuhkan untuk mempertahankan posisi, memperoleh kestabilan selama bergerak dari satu posisi ke posisi lain, melakukan aktivitas sehari-hari, dan bergerak bebas di komunitas. Kemampuan untuk mencapai keseimbangan dipengaruhi oleh penyakit, gaya berjalan yang tidak stabil pada toddler, kehamilan, medikasi dan proses menua. Gangguan pada kemampuan ini merupakan ancaman untuk keselamatan fisik dan dapat menyebabkan ketakutan terhadap keselamatan seseorang dengan membatasi diri dalam beraktivitas (Bergetal, 1992)
6. Mekanika tubuh
Mekanika tubuh adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak dan melakukan aktivitas. Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi risiko cedera sistem muskuloskeletal. Mekanika tepat juga memfasilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan.meknika tubuh penting bagi perawat dan klien. Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mereka.
Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung kesehatan dan mencegah kecacatan. Perawat mengunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, seperti berjalan selama ronde keperawatan, memberikan obat, mengangkat dan memindahkan klien, dan menggerakan objek. Gaya fisik dari berat dan friksi dapat mempengaruhi pergerakan tubuh. Jika digunakan dengan benar, kekuatan ini dapat meningkatkan efisiensi perawat. Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu kemampuan perawat untuk mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi klien (owen Garg, 1991). Perawat juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh fisiologis dan patologis pada mobolisasi dan kesejajar tubuh.
tutor 1
1. Jenis-jenis mobilisasi dan toleransi dalam melakukan aktivitas
2. Gangguan dalam melakukan mobilisasi
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi
4. Asuhan keperawatan dalam mobilisasi
5. Memahami pergerakan sendi sinovsial, jenis dan fungsinya
Langkah 7
1. Toleransi dalam melakukan aktivitasBagian leher
Fleksi menggerakan dagu menempel
Ekstensi mengembalikan kepala ke posisi tegak
Hiperektensi menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin
Fleksin laternal memiringkan kepala sejauh mungkin ke arah bahu
Rotasi memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler
Dari bahu
Fleksi
Eksensi
Hiperek
Jenisnya (internet)
Mobilisasi penuh
Mobilitas penuh, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social dan menjalankan peran sehari-hari
Mobilisasi sebagian, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan syaraf motorik dan sensorik pada area tubuhnya.
Mobilisasi sebagian
Toleransi aktivitas
Jenis dan jumlah latihan atau kerja dapat dilakukan seseorang
Faktor yang mempengaruhi
Fsiologis
Emosional
Perkembangan
2. Tirah baringan
Imobilisasi
Penurunan fungsi muskulo skeletal
Perubahan fungsi neorologis
Nyeri
Defisit perseptual
Berkurangnya kemampuan kognitif
Jatuh
Perubahan hubungan sosial
Aspek psiolagis
Gangguan Mobilisasi
Gangguan mobilisasi adalah suatu keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami oleh seseorang.
Penyebab imobilitas fisik bermacam-macam dan dapat dikategorikan berhubungan dengan lingkungan internal dan eksternal.
• Faktor internal
1. penurunan fungsi muskuloskeletal
a. otot-otot (atrrofi, distrofi, atau cedera)
b. tulang (infeksi, fraktur, tumor, osteoporosis, atau osteomalasia)
c. sendi (arthritis dan tumor)
d. kombinasi struktur (kanker dan obat-obatan)
2. perubahan fungsi neurologis
a. infeksi (mis.ensefalitis)
b. tumor
c. trauma
d. obat-obatan
e. penyakit vaskuler (mis. Stroke)
f. penyakit demielinasi (mis. Sklerosis multiple)
g. penyakit degeneratif (mis. Penyakit parkinson)
h. terpajan produk racun (mis. Karbonmonoksida)
i. gangguan metabolik (mis. Hipoglikemia)
j. gangguan nutrisi
3. nyeri
penyebabnya multiple dan bervariasi seperti penyakit kronis dan trauma.
4. defisit perseptual
kelebihan atau kekurangan masukan persepsi sensori.
5. berkurangnya kemampuan kognitif
gangguan proses kognitif, seperti demensia berat
6. jatuh
a. efek fisik : cedera atau fraktur
b. efek psikologis : sindrom setelah jatuh
7. perubahan hubungan sosial
a. faktor-faktor aktual (mis. Kehilangan pasangan, pindah jauh dari keluarga atau teman-teman)
b. faktor-faktor persepsi (mis. Perubahan pola pikir seperti depresi)
8. aspek psikologis
ketidakberdayaan dalam belajar, depresi.
• Faktor eksternal
1. program terapeutik
program penanganan medis memiliki pengaruh yang kuat terhadap kualitas dan kuantitas pergerakan pasien. Contoh program pembatasan meliputi : faktor-faktor mekanis dan farmakologis, tirah baing, dan restrein.
a. faktor mekanis dan farmakologis : mencegah atau menghambat pergerakan tubuh dengan menggunakan peralatan eksternal (gips dan traksi) atau alat-alat ( yang dihuubuungkan dengan pemberian cairan intravena, pengisapan gaster, kateter urin, dan oksigen). Agen farmasetik seperti sedatif, analgesik, tranquilizer, dan anesteti yang digunakan unntuk mengubah tingkat kesadaran pasien dapat mengurangi pergerakan atau menghilangkan secara keseluruhan.
b. Tirah baring dapat dianjurkan pada penanganan penyakit atau sekuela cedera. Istirahat dapat menurunkan kebutuhan metabolik, kebutuhan oksigen, dan beban kerja jantung. Selain itu, istirahat memberikan kesempatan pada sistem muskuloskeletal untuk relaksasi, menghilangkan nyeri, mencegah iitasi yang berlebihan dari jaringan yang cedera, dan meminimalkan efek gravitasi.
c. Restrein fisik dan pengaman tempat tidur biasanya diunakan pada lansia yang diinstitusionalisasi.
2. karakteristik penghuni institusi
tingkat mobilitas dan pola perilaku dari kelompok teman sebaya klien dapat mempengaruhi pola mobilitas dan perilaku.
3. karakteristik staff
tiga karakteristik dari staff keperawatan yang mempenaruhi pola mobilitas adalah pengetahuan, komitmen, dan jumlah. Pengetahuan dan pemahaman tentang konsekuensi fisiologis dari imobilitas dan tindakan keperawatan untuk mencegah pengaruh imobilitas sangat penting untuk mengimplementasikan perawatan untuk memaksimalkan mobilitas. Jumlah anggota staff yang adekuat dengan suatu komitmen untuk menolong lansia mempertahankan kemandiriannya harus tesedia untuk mencegah komplikasi imobilitas.
4. sistem pemberian asuhan keperawatan
alokasi praktek fungsional dapat meningkatkan ketergantungan dan komplikasi dari imobilitas. Ketika perawatan dibagi menjadi tugas-tugas, keutuhan dan interaksi klien akan terabaikan.
5. hambatan-hambatan
hambatan fisik dan arsitektur dapat mengganggu mobilitas. Hambatan fisik termasuk kurangnya alat bantu yang tersedia untuk mobilitas, pengetahuan dalam mengunakan alat bantu mobilitas tidak adekuat, lantai yang licin, dan tidak adekuatnya san daran untuk kaki. Seringkali rancangan asitektur umah saki atau panti jompo tidak memfasilitasi atau memotivasi klien untuk aktif dan tetap bergerak.
6. kebijakan-kebijakan institusional
praktek pengaturan formal dan informal mengendalikan keseimbangan antara pemeintah institusional dan kebebasan individu. Semakin ketat kebijakan, semakin besar efeknya pada mobilitas.
Dampak fisiologis dari imobilitas dan ketidakaktifan antara lain :
No. efek hasil
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14. Penurunan konsumsi oksigen maksimum.
Penurunan fungsi ventrikel kiri
Penurunan curah jantung
Penurunan volume sekuncup
Peningkatan katabolisme protein
Peningkatan pembuangan kalsium
Perlambatan fungsi usus
Pengurangan miksi
Gangguan metabolisme glukosa
Penurunan ukuran thoraks
Penurunan aliran darah pulmonal
Penurunan cairan tubuh total
Gangguan sensori
Gangguan tidur Intoleransi orthostatik
Peningkatan denyut jantung, sinkop
Penurunan toleransi latihan
Penurunan kapasitas kebugaran
Penurunan massa otot tubuh, atrofi muskular, penurunan kekuatan otot
Osteoporosis disuse
Konstipasi
Penurunan evakuasi kandung kemih
Intoleransi glukosa
Penurunan kapasitas fungsional residual
Atelektasis, penurunan PO2, peningkatan pH
Penurunan volume plasma, penurunan keseimbangan natrium
Perubahan kognisi, depresi dan ansietas, perubahan persepsi
Bermimpi pada siang hari, halusinasi
3. Dari internet
Gaya hidup
Proses penyakit dan injuri
Kebudayaan
Tingkat energi
Usia dan status perkembangan
4. Dari buku
Pengkajian
Diagnosis
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
5. Memahami sendi sinovsial
Sendi yang paling umum memungkinkan gerakan yang bebas tetapi beberapa sendi sinovsial secara relatif tidak bergerak(misalnya: sendi sakroliaka)
Jenisnya
6. Sendi peluru persendian panggul dan bahu
Sendi engsel gerakan melipat hanya pada 1 arah siku dan lutut
Sendi pivot sendi antara radius dan ulna memungkinkan rotasi untuk melakukan aktivitas seperti memutar pintu
Sendi pelana gerakan pada 2 bidang yang saling tegak
Lurus sendi pada dasar ibu jari, sendi pelana dan dua sumbu
Sendi peluncur gerakan terbatas ke semua arah sendi-sendi tulang
Karpalia karpalia di pergerakan tangan
2. Gangguan dalam melakukan mobilisasi
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi
4. Asuhan keperawatan dalam mobilisasi
5. Memahami pergerakan sendi sinovsial, jenis dan fungsinya
Langkah 7
1. Toleransi dalam melakukan aktivitasBagian leher
Fleksi menggerakan dagu menempel
Ekstensi mengembalikan kepala ke posisi tegak
Hiperektensi menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin
Fleksin laternal memiringkan kepala sejauh mungkin ke arah bahu
Rotasi memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler
Dari bahu
Fleksi
Eksensi
Hiperek
Jenisnya (internet)
Mobilisasi penuh
Mobilitas penuh, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social dan menjalankan peran sehari-hari
Mobilisasi sebagian, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan syaraf motorik dan sensorik pada area tubuhnya.
Mobilisasi sebagian
Toleransi aktivitas
Jenis dan jumlah latihan atau kerja dapat dilakukan seseorang
Faktor yang mempengaruhi
Fsiologis
Emosional
Perkembangan
2. Tirah baringan
Imobilisasi
Penurunan fungsi muskulo skeletal
Perubahan fungsi neorologis
Nyeri
Defisit perseptual
Berkurangnya kemampuan kognitif
Jatuh
Perubahan hubungan sosial
Aspek psiolagis
Gangguan Mobilisasi
Gangguan mobilisasi adalah suatu keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami oleh seseorang.
Penyebab imobilitas fisik bermacam-macam dan dapat dikategorikan berhubungan dengan lingkungan internal dan eksternal.
• Faktor internal
1. penurunan fungsi muskuloskeletal
a. otot-otot (atrrofi, distrofi, atau cedera)
b. tulang (infeksi, fraktur, tumor, osteoporosis, atau osteomalasia)
c. sendi (arthritis dan tumor)
d. kombinasi struktur (kanker dan obat-obatan)
2. perubahan fungsi neurologis
a. infeksi (mis.ensefalitis)
b. tumor
c. trauma
d. obat-obatan
e. penyakit vaskuler (mis. Stroke)
f. penyakit demielinasi (mis. Sklerosis multiple)
g. penyakit degeneratif (mis. Penyakit parkinson)
h. terpajan produk racun (mis. Karbonmonoksida)
i. gangguan metabolik (mis. Hipoglikemia)
j. gangguan nutrisi
3. nyeri
penyebabnya multiple dan bervariasi seperti penyakit kronis dan trauma.
4. defisit perseptual
kelebihan atau kekurangan masukan persepsi sensori.
5. berkurangnya kemampuan kognitif
gangguan proses kognitif, seperti demensia berat
6. jatuh
a. efek fisik : cedera atau fraktur
b. efek psikologis : sindrom setelah jatuh
7. perubahan hubungan sosial
a. faktor-faktor aktual (mis. Kehilangan pasangan, pindah jauh dari keluarga atau teman-teman)
b. faktor-faktor persepsi (mis. Perubahan pola pikir seperti depresi)
8. aspek psikologis
ketidakberdayaan dalam belajar, depresi.
• Faktor eksternal
1. program terapeutik
program penanganan medis memiliki pengaruh yang kuat terhadap kualitas dan kuantitas pergerakan pasien. Contoh program pembatasan meliputi : faktor-faktor mekanis dan farmakologis, tirah baing, dan restrein.
a. faktor mekanis dan farmakologis : mencegah atau menghambat pergerakan tubuh dengan menggunakan peralatan eksternal (gips dan traksi) atau alat-alat ( yang dihuubuungkan dengan pemberian cairan intravena, pengisapan gaster, kateter urin, dan oksigen). Agen farmasetik seperti sedatif, analgesik, tranquilizer, dan anesteti yang digunakan unntuk mengubah tingkat kesadaran pasien dapat mengurangi pergerakan atau menghilangkan secara keseluruhan.
b. Tirah baring dapat dianjurkan pada penanganan penyakit atau sekuela cedera. Istirahat dapat menurunkan kebutuhan metabolik, kebutuhan oksigen, dan beban kerja jantung. Selain itu, istirahat memberikan kesempatan pada sistem muskuloskeletal untuk relaksasi, menghilangkan nyeri, mencegah iitasi yang berlebihan dari jaringan yang cedera, dan meminimalkan efek gravitasi.
c. Restrein fisik dan pengaman tempat tidur biasanya diunakan pada lansia yang diinstitusionalisasi.
2. karakteristik penghuni institusi
tingkat mobilitas dan pola perilaku dari kelompok teman sebaya klien dapat mempengaruhi pola mobilitas dan perilaku.
3. karakteristik staff
tiga karakteristik dari staff keperawatan yang mempenaruhi pola mobilitas adalah pengetahuan, komitmen, dan jumlah. Pengetahuan dan pemahaman tentang konsekuensi fisiologis dari imobilitas dan tindakan keperawatan untuk mencegah pengaruh imobilitas sangat penting untuk mengimplementasikan perawatan untuk memaksimalkan mobilitas. Jumlah anggota staff yang adekuat dengan suatu komitmen untuk menolong lansia mempertahankan kemandiriannya harus tesedia untuk mencegah komplikasi imobilitas.
4. sistem pemberian asuhan keperawatan
alokasi praktek fungsional dapat meningkatkan ketergantungan dan komplikasi dari imobilitas. Ketika perawatan dibagi menjadi tugas-tugas, keutuhan dan interaksi klien akan terabaikan.
5. hambatan-hambatan
hambatan fisik dan arsitektur dapat mengganggu mobilitas. Hambatan fisik termasuk kurangnya alat bantu yang tersedia untuk mobilitas, pengetahuan dalam mengunakan alat bantu mobilitas tidak adekuat, lantai yang licin, dan tidak adekuatnya san daran untuk kaki. Seringkali rancangan asitektur umah saki atau panti jompo tidak memfasilitasi atau memotivasi klien untuk aktif dan tetap bergerak.
6. kebijakan-kebijakan institusional
praktek pengaturan formal dan informal mengendalikan keseimbangan antara pemeintah institusional dan kebebasan individu. Semakin ketat kebijakan, semakin besar efeknya pada mobilitas.
Dampak fisiologis dari imobilitas dan ketidakaktifan antara lain :
No. efek hasil
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14. Penurunan konsumsi oksigen maksimum.
Penurunan fungsi ventrikel kiri
Penurunan curah jantung
Penurunan volume sekuncup
Peningkatan katabolisme protein
Peningkatan pembuangan kalsium
Perlambatan fungsi usus
Pengurangan miksi
Gangguan metabolisme glukosa
Penurunan ukuran thoraks
Penurunan aliran darah pulmonal
Penurunan cairan tubuh total
Gangguan sensori
Gangguan tidur Intoleransi orthostatik
Peningkatan denyut jantung, sinkop
Penurunan toleransi latihan
Penurunan kapasitas kebugaran
Penurunan massa otot tubuh, atrofi muskular, penurunan kekuatan otot
Osteoporosis disuse
Konstipasi
Penurunan evakuasi kandung kemih
Intoleransi glukosa
Penurunan kapasitas fungsional residual
Atelektasis, penurunan PO2, peningkatan pH
Penurunan volume plasma, penurunan keseimbangan natrium
Perubahan kognisi, depresi dan ansietas, perubahan persepsi
Bermimpi pada siang hari, halusinasi
3. Dari internet
Gaya hidup
Proses penyakit dan injuri
Kebudayaan
Tingkat energi
Usia dan status perkembangan
4. Dari buku
Pengkajian
Diagnosis
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
5. Memahami sendi sinovsial
Sendi yang paling umum memungkinkan gerakan yang bebas tetapi beberapa sendi sinovsial secara relatif tidak bergerak(misalnya: sendi sakroliaka)
Jenisnya
6. Sendi peluru persendian panggul dan bahu
Sendi engsel gerakan melipat hanya pada 1 arah siku dan lutut
Sendi pivot sendi antara radius dan ulna memungkinkan rotasi untuk melakukan aktivitas seperti memutar pintu
Sendi pelana gerakan pada 2 bidang yang saling tegak
Lurus sendi pada dasar ibu jari, sendi pelana dan dua sumbu
Sendi peluncur gerakan terbatas ke semua arah sendi-sendi tulang
Karpalia karpalia di pergerakan tangan
Langganan:
Postingan (Atom)